PENGARUH MADU TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI
DOI:
https://doi.org/10.64314/jikka.v1i1.9Abstract
LATAR BELAKANG : Peningkatan tekanan darah yang terjadi secara terus menerus dan pola pengobatan yang kurang baik menyebabkan hipertensi yang tidak terkontrol yang akhirnya mengakibatkan dampak buruk seperti serangan jantung, stroke, dan gangguan ginjal serta kebutaan sehingga meningkatkan angka mortalitas akibat hipertensi. TUJUAN : Mengetahui pengaruh pemberian madu terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi. METODE : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan quasi experiment design dengan menggunakan kelompok kontrol. Jumlah sampel 40 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian madu putussibau disertai kontrol diet hipertensi dan obat antihipertensi dengan responden. Uji statistik dilakukan secara bivariat menggunakan uji Wilcoxon. HASIL : Rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik setelah dilakukan pemberian madu yaitu 122,50 mmHg dan 82,50 mmHg pada kelompok intervensi. Rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik yaitu 141,50 mmHg dan 90,00 mmHg pada kelompok kontrol. Tekanan darah sistolik dan diastolik pretest dan posttest didapatkan nilai p yaitu 0,00096 dan 0,00017 (p<0,05) pada kelompok intervensi. Tekanan darah sistolik dan diastolik pretest dan posttest didapatkan nilai p yaitu 0,005 dan 0,021 (p<0,05) pada kelompok kontrol. KESIMPULAN : Ada pengaruh yang signifikan antara pemberian madu terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.References
Rahmatul Aini, 2018, Pengaruh pemberian madu terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi, Pontianak.
Hery Puspito, 2014, efektivitas pemberian madu terhadap tekanan darah penderita hipertensi primer, Yogyakarta.
Rasti Arfiani, 2011, Pengaruh pemberian seduhan rosella dan madu terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi, Yogyakarta.



.png)