https://jurnal.akperalkautsar.ac.id/index.php/JIKKA/issue/feedJurnal Ilmiah Keperawatan dan Kesehatan Alkautsar (JIKKA)2026-10-26T14:09:46+07:00Tri Suraning Wulandaritrisuraningwulandari@alkautsar.ac.idOpen Journal Systems<p style="text-align: justify;"><b>jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan Alkautsar</b> adalah jurnal ilmiah yang berfokus pada hasil penelitian, penelusuran literatur dan study kasus dari disiplin ilmu kesehatan diantaranya sains, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian ataupun penelusuran literatur kepada masyarakat mengenai perkembangan kesehatan berdasar tinjauan ilmiah (evidence-based)</p> <br>https://jurnal.akperalkautsar.ac.id/index.php/JIKKA/article/view/309Implementasi Pengendalian Hazard Biologis dalam Prosedur Kerja pada Laboratorium Patologi Klinik di Rumah Sakit X Kudus2026-05-02T13:12:00+07:00fadhila nazwa rahmaniararanazwa26@gmail.comAhmad Faridahmadfarid@umkudus.ac.id<p><strong>Pendahuluan </strong>Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) merupakan landasan penting dalam menjamin keamanan kerja, khususnya di Laboratorium Patologi Klinik yang memiliki risiko tinggi terhadap hazard biologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian penerapan pengendalian risiko biologis dalam prosedur kerja sehari-hari di Laboratorium Rumah Sakit X Kudus. <strong>Metode</strong> Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara mendalam dengan personel kunci, yaitu Analis Laboratorium. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi adanya disparitas antara standar Biosafety Level 2 (BSL-2) dengan praktik operasional di lapangan. <strong>Hasil </strong>Penerapan pengendalian menunjukkan kepatuhan yang baik pada aspek Engineering Control dasar, seperti penggunaan Biological Safety Cabinet (BSC) untuk sampel berisiko tinggi. tetapi, ditemukan inkonsistensi pada kontrol perilaku dan kontrol administratif. Kesenjangan kritis terjadi pada kepatuhan prosedur pelepasan APD (doffing) yang terganggu oleh keterbatasan ruang, serta proses investigasi insiden minor (RCA) yang belum berjalan secara efektif. <strong>Kesimpulan</strong> Implementasi pengendalian risiko biologis di laboratorium memerlukan penguatan dukungan fasilitas fisik yang memadai untuk doffing dan peningkatan disiplin administratif. Pihak manajemen harus memprioritaskan perbaikan desain alur kerja guna menjamin konsistensi kepatuhan staf demi keselamatan berkelanjutan.</p>2026-09-01T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Keperawatan dan Kesehatan Alkautsar (JIKKA)https://jurnal.akperalkautsar.ac.id/index.php/JIKKA/article/view/306EFEKTIVITAS PELAYANAN PUBLIK BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DI RUMAH SAKIT X PATI2026-04-17T19:10:56+07:00fadhila nazwa rahmanianazwaraff@gmail.comAhmad Faridahmadfarid@umkudus.ac.idNada Tazkiya Hanifa42023160030@std.umku.ac.idSalma Desita42023160043@std.umku.ac.idNazahra Qurrota A’yun42023160036@std.umku.ac.id<p><strong><sup>Pendahuluan: </sup></strong><sup>Pelayanan publik merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas pemerintahan dan kepuasan masyarakat. Implementasi teknologi informasi dalam pelayanan publik diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas layanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelayanan publik berbasis teknologi informasi dari perspektif pengguna dan penyedia layanan. </sup></p> <p><strong><sup>Metode Penelitian: </sup></strong><sup>Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi pada beberapa instansi yang telah menerapkan sistem pelayanan berbasis teknologi informasi. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi kelebihan, hambatan, serta faktor pendukung efektivitas pelayanan. </sup></p> <p><strong><sup>Hasil Penelitian: </sup></strong><sup>Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan berbasis teknologi informasi mampu mempercepat proses layanan dan meningkatkan transparansi, namun masih terdapat kendala seperti keterbatasan literasi digital masyarakat dan infrastruktur yang belum merata. </sup></p> <p><strong><sup>Kesimpulan: </sup></strong><sup>Kesimpulannya, teknologi informasi memiliki potensi besar dalam meningkatkan efektivitas pelayanan publik, tetapi perlu dukungan dari aspek pelatihan, pengembangan infrastruktur, dan sosialisasi yang intensif untuk mengoptimalkan manfaatnya bagi masyarakat.</sup></p>2026-09-01T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Keperawatan dan Kesehatan Alkautsar (JIKKA)