UPAYA MENGATASI MASALAH DEFISIT PENGETAHUAN DENGAN EDUKASI DIET DIABETES MELITUS (DM) TIPE 2

Ravenska Melva Novina, Retno Lusmiati Anisah, Parmilah .

Sari


Organisasi Internasional Diabetes Federation (IDF) memperkirakan sedikitnya terdapat 436 juta orang pada usia 20-70 tahun di dunia menderita Diabetes Melitus (DM) tipe 2 pada tahun 2019 atau setara dengan 9,3% dari total penduduk pada usia yang sama. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2020, Indonesia telah menduduki posisi kelima pengidap DM tipe 2 sebanyak 20,47 juta penduduk. Masih ada beberapa pasien belum mengetahui bahkan tidak tahu makanan untuk mengendalikan kadar gula dalam batas normal (PERKENI, 2015), sehingga muncul masalah keperawatan yaitu defisit pengetahuan tentang diet DM. Tujuan studi kasus ini yaitu mengatasi masalah keperawatan difisit pengetahuan pada penderita DM tipe 2 melalui pemberian edukasi diet. Penelitian ini berupa deskriptif kuantitatif dengan design studi kasus. Studi kasus ini dilakukan dengan cara membandingkan data tingkat pengetahuan klien, sebelum dan sesudah diberikan Edukasi Diet DM. Hasil setelah diberikan edukasi diet DM selama 3 hari yaitu terdapat perubahan tingkat pengetahuan pasien dari yang tingkat pengetahuan sedang menjadi meningkat.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


American Diabetes Association. (2020). Introduction: Standars of Medical Care in Diabetes. Retrieved from https://care.diabetesjournals.org/content/44/Supplement_1/S1#:~:text=The%20American%20Diabetes%20Association%20(ADA,and%20tools%20to%2 0evaluate%20the

Damayanti, Santi. (2015). Hubungan Antara Frekuensi Senam Diabetes Mellitus Dengan Kadar Gula Darah, Kadar Koleterol Dan Tekanan Darah Pada Klien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Kelompok Persadia RS Jogja. Jurnal Medika Respati. 10(2), 76-88.

Hayati, P. (2015). Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Di Poliklinik Endokrin RSU Dza Banda Aceh. Universitas Syiah Kuala. http://www.onesearch.id/Record/IOS3139.slims-19584

Heather Herdman. 2015. NANDA international inc nursing diagnoses:definitions & classification 2015-2017.jakarta: EGC

Khalid, K.A., 2014, Risk Factors for Diabetic Foot Ulceration Among Patients Attending Primary Health Care Services, The Journal Of Diabetic Foot Complications, 6 (2), pp.40-47

LeMone priscilla,Burke Karen M., B. G (2015). Buku ajar Keperawatan Medikal Bedah. ( A. Linda,Ed) ( 5th ed.). Jakarta : EGC

Malini, H., Copnell, B., & Moss, C. (2017). Considerations in adopting a culturally relevant diabetes health education programme: An Indonesian example. Collegian, 24(2), 183–190. https://doi.org/10.1016/j.colegn.2015.11.002.

Notoatmodjo, S. (2007). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

PERKENI, 2015, Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia, PERKENI, Jakarta

PPNI (2021). Pedoman Standar Prosedur Operasional Keperawatan, Edisi 1. Jakarta; DPP PPNI

PPNI, (2016), Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Edisi 1, Jakarta, PersatuanPerawat Indonesia

PPNI, (2018), Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), Edisi 1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia

PPNI, (2018), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), Edisi 1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia

Ranitia ayu. 2020. Peningkatan-pengetahuan-tentang-diit-pada-pasien-dengan-diabetes-mellitus-melalui-pendidikan-kesehatan. Jurnal Keperawatan Volume 6 Nomor2 Juli 2020

Simatupang, Rumiris. 2017. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Media Leaflet Tentang Diet Dm Terhadap Pengetahuan Pasien Dm Di Rsud Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2017. Jurnal Ilmiah Kohesi. 1 (2).

Smeltzer, S.C. dan B.G Bare. 2015. Buku Ajar Keperawatan Medikal BedahBrunner & Suddarth. Jakarta: EGC


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.