Implementasi Pengendalian Hazard Biologis dalam Prosedur Kerja pada Laboratorium Patologi Klinik di Rumah Sakit X Kudus
DOI:
https://doi.org/10.64314/jikka.v5i2.309Kata Kunci:
K3RS, Risiko Biologis, KepatuhanAbstrak
Pendahuluan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) merupakan landasan penting dalam menjamin keamanan kerja, khususnya di Laboratorium Patologi Klinik yang memiliki risiko tinggi terhadap hazard biologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian penerapan pengendalian risiko biologis dalam prosedur kerja sehari-hari di Laboratorium Rumah Sakit X Kudus. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara mendalam dengan personel kunci, yaitu Analis Laboratorium. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi adanya disparitas antara standar Biosafety Level 2 (BSL-2) dengan praktik operasional di lapangan. Hasil Penerapan pengendalian menunjukkan kepatuhan yang baik pada aspek Engineering Control dasar, seperti penggunaan Biological Safety Cabinet (BSC) untuk sampel berisiko tinggi. tetapi, ditemukan inkonsistensi pada kontrol perilaku dan kontrol administratif. Kesenjangan kritis terjadi pada kepatuhan prosedur pelepasan APD (doffing) yang terganggu oleh keterbatasan ruang, serta proses investigasi insiden minor (RCA) yang belum berjalan secara efektif. Kesimpulan Implementasi pengendalian risiko biologis di laboratorium memerlukan penguatan dukungan fasilitas fisik yang memadai untuk doffing dan peningkatan disiplin administratif. Pihak manajemen harus memprioritaskan perbaikan desain alur kerja guna menjamin konsistensi kepatuhan staf demi keselamatan berkelanjutan.Referensi
Anwar. (2025). Mitigasi Risiko K3 dengan Pendekatan Hazard Operability Risk di IGD RS Prima Husada. X(4), 15074–15078.
Bora. (2024). Implementasi Metode HIRAC (Hazard Identification, Risk Assessment, And Control) untuk Meningkatkan K3 di Laboratorium PT. XYZ. Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development, 7(2), 987–997. https://doi.org/10.38035/rrj.v7i2.1257
Elvina. (2025). Analisis Faktor Biologi , Faktor Ergonomi , Faktor Elektrikal dengan Penerapan Standar K3 di Rumah Sakit Tk . II Putri Hijau Kota Medan Tahun 2025. Journal Of Social Science Research Volume, 5, 10030–10045.
Lailal. (2025). Implementasi Safe Work Practice (Swp) Dan Hirarch Dalam Pengelolaan Limbah B3. Jurnal Ecocentrism, 5(2), 93–104. https://doi.org/10.36733/jeco.v5i2.12913
Listiana. (2025). Risiko Bahaya pada Pekerja Surveyor dalam Proses Pengambilan Sampel Uji Lingkungan Berdasarkan Metode HIRADC. 16(6), 106–112.
Muchtaridi. (2023). Keselamatan kerja di laboratorium. Jurnal Keselamatan Kerja, 1(1), 1–9. https://www.academia.edu/download/109726467/22031161_Zakiyati_Salma_Systematic_Literatur_Review_Keselamatan_Kerja_di_Laboratorium.pdf
Pramesth. (2025). Risk Analysis of Occupational Safety and Health Analysis Using the HIRARC Method at Building Construction. Astonjadro, 14(2), 484–497. https://doi.org/10.32832/astonjadro.v14i2.17359
Saragih. (2022). Kajian Pengembangan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di Laboratorium Kesehatan Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati, 7(1), 14. https://doi.org/10.35842/formil.v7i1.381
Wicaksono. (2021). Media Kesmas ( Public Health Media ). Media Kesmas (Public Health Media), 1(2), 225–240.
Zulfikar. (2024). Penerapan Manajemen Risiko K3Rs Di Unit Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Daerah Beriman Kota Balikpapan. Jurnal Keselamatan, Kesehatan Kerja Dan Lindungan Lingkungan, 10(2), 524–528. https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi524