Implementasi Pengendalian Hazard Biologis dalam Prosedur Kerja pada Laboratorium Patologi Klinik di Rumah Sakit X Kudus

Penulis

  • fadhila nazwa rahmania universitas muhammadiyah kudus
  • Ahmad Farid

DOI:

https://doi.org/10.64314/jikka.v5i2.309

Kata Kunci:

K3RS, Risiko Biologis, Kepatuhan

Abstrak

Pendahuluan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) merupakan landasan penting dalam menjamin keamanan kerja, khususnya di Laboratorium Patologi Klinik yang memiliki risiko tinggi terhadap hazard biologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian penerapan pengendalian risiko biologis dalam prosedur kerja sehari-hari di Laboratorium Rumah Sakit X Kudus. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara mendalam dengan personel kunci, yaitu Analis Laboratorium. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi adanya disparitas antara standar Biosafety Level 2 (BSL-2) dengan praktik operasional di lapangan. Hasil Penerapan pengendalian menunjukkan kepatuhan yang baik pada aspek Engineering Control dasar, seperti penggunaan Biological Safety Cabinet (BSC) untuk sampel berisiko tinggi. tetapi, ditemukan inkonsistensi pada kontrol perilaku dan kontrol administratif. Kesenjangan kritis terjadi pada kepatuhan prosedur pelepasan APD (doffing) yang terganggu oleh keterbatasan ruang, serta proses investigasi insiden minor (RCA) yang belum berjalan secara efektif. Kesimpulan Implementasi pengendalian risiko biologis di laboratorium memerlukan penguatan dukungan fasilitas fisik yang memadai untuk doffing dan peningkatan disiplin administratif. Pihak manajemen harus memprioritaskan perbaikan desain alur kerja guna menjamin konsistensi kepatuhan staf demi keselamatan berkelanjutan.

Biografi Penulis

Ahmad Farid

<strong>Introduction</strong> Hospital Occupational Safety and Health (K3RS) is an important foundation in ensuring work safety, especially in Clinical Pathology Laboratories that have a high risk of biological hazards. This study aims to analyze the suitability of the implementation of biological risk control in daily work procedures at the X Kudus Hospital Laboratory. <strong>Method</strong> This study uses a qualitative approach with a case study method. Primary data collection was conducted through in depth interviews with key personnel, namely Laboratory Analysts. Data were analyzed thematically to identify any disparities between Biosafety Level 2 (BSL-2) standards and operational practices in the field. <strong>Result </strong>The implementation of controls showed good compliance with basic Engineering Control aspects, such as the use of Biological Safety Cabinets (BSCs) for high risk samples. However, inconsistencies were found in behavioral and administrative controls. Critical gaps occurred in compliance with PPE removal procedures (doffing) which were hampered by space limitations, as well as the minor incident investigation (RCA) process that had not been running effectively. <strong>Conclusion </strong>Implementation of biological risk control in laboratories requires strengthening adequate physical facilities for doffing and improving administrative discipline. Management must prioritize workflow design improvements to ensure consistent staff compliance for ongoing safety.

Referensi

Anwar. (2025). Mitigasi Risiko K3 dengan Pendekatan Hazard Operability Risk di IGD RS Prima Husada. X(4), 15074–15078.

Bora. (2024). Implementasi Metode HIRAC (Hazard Identification, Risk Assessment, And Control) untuk Meningkatkan K3 di Laboratorium PT. XYZ. Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development, 7(2), 987–997. https://doi.org/10.38035/rrj.v7i2.1257

Elvina. (2025). Analisis Faktor Biologi , Faktor Ergonomi , Faktor Elektrikal dengan Penerapan Standar K3 di Rumah Sakit Tk . II Putri Hijau Kota Medan Tahun 2025. Journal Of Social Science Research Volume, 5, 10030–10045.

Lailal. (2025). Implementasi Safe Work Practice (Swp) Dan Hirarch Dalam Pengelolaan Limbah B3. Jurnal Ecocentrism, 5(2), 93–104. https://doi.org/10.36733/jeco.v5i2.12913

Listiana. (2025). Risiko Bahaya pada Pekerja Surveyor dalam Proses Pengambilan Sampel Uji Lingkungan Berdasarkan Metode HIRADC. 16(6), 106–112.

Muchtaridi. (2023). Keselamatan kerja di laboratorium. Jurnal Keselamatan Kerja, 1(1), 1–9. https://www.academia.edu/download/109726467/22031161_Zakiyati_Salma_Systematic_Literatur_Review_Keselamatan_Kerja_di_Laboratorium.pdf

Pramesth. (2025). Risk Analysis of Occupational Safety and Health Analysis Using the HIRARC Method at Building Construction. Astonjadro, 14(2), 484–497. https://doi.org/10.32832/astonjadro.v14i2.17359

Saragih. (2022). Kajian Pengembangan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di Laboratorium Kesehatan Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati, 7(1), 14. https://doi.org/10.35842/formil.v7i1.381

Wicaksono. (2021). Media Kesmas ( Public Health Media ). Media Kesmas (Public Health Media), 1(2), 225–240.

Zulfikar. (2024). Penerapan Manajemen Risiko K3Rs Di Unit Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Daerah Beriman Kota Balikpapan. Jurnal Keselamatan, Kesehatan Kerja Dan Lindungan Lingkungan, 10(2), 524–528. https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi524

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-09-01

Terbitan

Bagian

Articles